Sebagai tindak lanjut dari kegiatan survei lokasi di kawasan Rumah Adat Tradisional Kabupaten Mamasa, mahasiswa Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Barat telah menyusun dan menghasilkan maket rumah tradisional sebagai bentuk implementasi dari hasil observasi lapangan.
Pembuatan maket ini didasarkan pada data dan dokumentasi yang diperoleh selama kegiatan survei, sehingga setiap elemen yang ditampilkan berupaya merepresentasikan karakteristik arsitektur rumah adat Mamasa, baik dari aspek bentuk bangunan, struktur, proporsi, maupun unsur-unsur arsitektural yang menjadi ciri khasnya.
Dokumentasi hasil maket ini menjadi salah satu luaran pembelajaran yang mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan hasil kajian lapangan ke dalam karya arsitektur. Selain sebagai media pembelajaran, maket ini juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi dan dokumentasi visual yang mendukung upaya pelestarian warisan budaya lokal.








Melalui kegiatan ini, Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sulawesi Barat terus mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan proses pembelajaran dengan kegiatan penelitian lapangan, sehingga mampu menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian arsitektur tradisional dan penguatan identitas budaya daerah.
Dokumentasi maket rumah tradisional ini merupakan bukti nyata bahwa pembelajaran berbasis lapangan mampu menghasilkan karya yang berkualitas, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pelestarian budaya serta pengembangan ilmu arsitektur di Indonesia.










